Sabtu, 17 November 2012

Cara Kerja kamera DSLR / SLR



Cara Kerja kamera DSLR / SLR






1 Vote
Alhamdulillah bisa posting lagi, gak kerasa udah postingan ketiga nih guys. Sesuai judul kali ini gue akan ngebahas cara kerja / prinsip kerja kamera DSLR or analog . Langsung aja yah :)
Kamera SLR menggunakan Pentaprism atau yang biasa disebut cermin segi limayang letaknya diatas jalur optis melalui lensa dan akan disalurkan ke lempengan film untuk kamera analog atau sensor pada DSLR yang nanti akan gue jelaskan dibawah. Setelah itu cahaya yang masuk akan dipantulkan ke bagian atas melalui cermin pantul dan setelah itu baru mengenai pentaprism. Oh yah pentaprism disini gak berbentuk segi lima beraturan loh, sisinya doang yang jumlahnya lima, jadi jangan salah paham yah.
Pentaprism akan memantulkan  cahaya beberapa kali hingga menyentuk viewinder (pembidik).  Saat shuter dilepaskan, kaca akan membuka jalan bagi cahaya supaya bisa masuk langsung mengenai Negative film untuk Analog SLR atau sensor untuk DSLR. Bingung yah sob ? Lihat skema ajadeh, kasian serius gitu mukanya :D
http://tommyvotograph.files.wordpress.com/2011/05/prinsip-kerja-slr.jpg?w=590
klik to zoom
Media Penyimpanan Gambar di Analog SLR
Oh iyah guys, tadi kan udah gue bilang tuh kalau di Analog SLR kita menggunakan negative film untuk media penyimpanan gambarnya. Yah ribet juga sih kalau masala cetak fotonya, terlebih lagi setelah di foto hasilnya gak bisa langsung dilihat & gak bisa dihapus, jadi intinya kurang efisien. Tapi jangan salah banyak loh fotografer profesional yang masih suka analog SLR, katanya mengedepankan kesan clasic & nostalgia ke jaman baheula :Dhehehehe
"Di DSLR yang berperan menggantikan Negative Film adalah Sensor"
Media Penyimpanan Gambar di Digital SLR
Nah namanya juga digital yah pasti sudah gak manual. Di DSLR yang berperan menggantikan Negative Film adalah Sensor. Sensor disini terbagi menjadi dua jenis yaitu Charge-Coupled Device (
CCD)
& Complementary Metal Oxide Semiconductor (CMOS). Tapi sayangnya itu gak akan gue bahas dulu disini, tapi nanti janji bakalan Googling & ngaskus kok gan :D*yah doain aja kalo gak lupa heheheh (update : baca di  http://de.tk/R5aLp   nanti klik skip ad di pojok kanan atas yah, blog gue jg kok :D)
Oh yah artikel ini sebagian gue kutip dari buku “Ayo Memotret dengan DSLR” karya Mas Yuliandi Kusuma. Bukunya udah lama banget sih, tapi meski bagaimanapun gue belajar banyak dari buku itu meskipun belum punya kamera SLR & baru bisa minjem-minjem doang *hehehehhe jadi curcol, doain aja supaya cepat punya :))
Berikut video referensi yang menurut saya cukup menjelaskan secara singkat, bagaimana kamera DSLR bekerja :)
cara kerja teropong prisma :

Teropong prisma terdiri atas dua pasang lensa cembung (sebagai lensa objektif dan lensa okuler) dan dua pasang prisma kaca siku-siku samakaki. Sepasang prisma yang diletakkan berhadapan, berfungsi untuk membelokkan arah cahaya dan membalikkan bayangan.
Bayangan yang dibentuk lensa objektif bersifat nyata, diperkecil, dan terbalik. Bayangan nyata dari lensa objektif menjadi benda bagi lensa okuler. Sebelum dilihat dengan lensa okuler, bayangan ini dibalikkan oleh sepasang prisma siku-siku sehingga bayangan akhir dilihat maya, tegak, dan diperbesar. Perbesaran bayangan yang diperoleh dengan memakai teropong prisma sama dengan teropong bumi.
Beberapa keuntungan praktis dari teropong prisma dibandingkan teropong yang lain :
1. Menghasilkan bayangan yang terang, karena berkas cahaya dipantulkan sempurna oleh bidang-bidang prisma.
2. Dapat dibuat pendek sekali, karena sinarnya bolak-balik 3 kali melalui jarak yang sama (dipantulkan 4 kali oleh dua prisma).
3. Daya stereoskopis diperbesar, dua mata melihat secara bersamaan
4. Dengan adanya prisma arah cahaya telah dibalikkan sehingg terlihat bayangan akhir bersifat maya, diperbesar dan tegak
cara kerja kamera :

Sekarang kita akan belajar bagaimana cara kerja kamera secara sederhana. Contohnya saat melihat atraksi seekor lumba-lumba meloncat dari kolam renang. Saat menekan tombol shutter pada kamera, terdapat proses yang cepat dalam menangkap gambar. Proses tersebut terjadi dalam sekejab saja, bayangkan saja bahwa proses cara kerja kamera secepat peluru pistol atau kilat.

1. Pertama analogikan kita melihat pensil di ujung meja tulis. Cahaya datang dan memantul dari pensil lalu masuk ke badan kamera.

2. Cahaya yang masuk ke kamera lalu mengenai lensa optic ( lensa convex / lensa cembung ). Lensa ini yang akan memfokuskan cahaya yang diterima berupa bayangan terbalik kesuatu tempat yang disebut film.

3. Proses kimia terjadi saat film terkena cahaya dan membentuk sebuah pola gambar. Hanya bagian film yang terkena cahaya yang akan terbakar dan hangus, sedangkan bagian yang lainnya tetap. Dahulu film dibuat dari lempengan kaca yang bercampur bahan kimia yang langsung merekam cahaya. Perak dan kapur adalah campuran pertama kali yang digunakan untuk membuat lempengan tersebut. Tapi sekarang, film dibuat dari bahan plastik dan dilapisi emulsi garam perak halida supaya peka menangkap cahaya. Film yang digunakan untuk foto hitam putih menggunakan satu lapis senyawa garam perak halida. Sedangkan penggunaan foto berwarna menggunakan minimal 3 lapis.

4. Hasil dari penangkapan film adalah sebuah klise / negatif yaitu lembaran hitam. Kemudian film dicetak pada kertas foto. Proses pencetakan atau pencucian dilakukan pada ruang gelap, kenapa? Karena cahaya dapat merusak hasil film yang rentan terbakar. Berikut adalah contoh klise yang saat ini sudah hampir tidak dipakai lagi.

Cara kerja kamera mudah untuk dimengerti, dan hampir semua teknologi kamera saat ini berawal dari kamera sederhana / konvensional. Saat ini, untuk mencetak sebuah gambar pada kertas foto tidak menggunakan kertas film lagi. Banyak orang beralih ke kamera digital.

Kamera modern menggunakan proses elektronik dan menyimpan hasilnya pada sebuah kartu / memory card. Hasil foto bisa dilihat secara langsung secara digital. Sampai sekarang cara kerja kamera modern masih dikembangkan oleh setiap produsen kamera. Cara kerja Mikroskop :

   Lensa obyektif berfungsi guna pembentukan bayangan pertama dan menentukan struktur serta bagian renik yang akan terlihat pada bayangan akhir serta berkemampuan untuk memperbesar bayangan obyek sehingga dapat memiliki nilai "apertura" yaitu suatu ukuran daya pisah suatu lensa obyektif yang akan menentukan daya pisah spesimen, sehingga mampu menunjukkan struktur renik yang berdekatan sebagai dua benda yang terpisah.

   Lensa okuler, adalah lensa mikroskop yang terdapat di bagian ujung atas tabung berdekatan dengan mata pengamat, dan berfungsi untuk memperbesar bayangan yang dihasilkan oleh lensa obyektif berkisar antara 4 hingga 25 kali.

   Lensa kondensor, adalah lensa yang berfungsi guna mendukung terciptanya pencahayaan pada obyek yang akan dilihat sehingga dengan pengaturan yang tepat maka akan diperoleh daya pisah maksimal.

Jika daya pisah kurang maksimal maka dua benda akan terlihat menjadi satu dan pembesarannyapun akan kurang optimal.

Teropong prisma terdiri atas dua pasang lensa cembung (sebagai lensa objektif dan lensa okuler) dan dua pasang prisma kaca siku-siku samakaki. Sepasang prisma yang diletakkan berhadapan, berfungsi untuk membelokkan arah cahaya dan membalikkan bayangan.
Bayangan yang dibentuk lensa objektif bersifat nyata, diperkecil, dan terbalik. Bayangan nyata dari lensa objektif menjadi benda bagi lensa okuler. Sebelum dilihat dengan lensa okuler, bayangan ini dibalikkan oleh sepasang prisma siku-siku sehingga bayangan akhir dilihat maya, tegak, dan diperbesar. Perbesaran bayangan yang diperoleh dengan memakai teropong prisma sama dengan teropong bumi.
Beberapa keuntungan praktis dari teropong prisma dibandingkan teropong yang lain :
1. Menghasilkan bayangan yang terang, karena berkas cahaya dipantulkan sempurna oleh bidang-bidang prisma.
2. Dapat dibuat pendek sekali, karena sinarnya bolak-balik 3 kali melalui jarak yang sama (dipantulkan 4 kali oleh dua prisma).
3. Daya stereoskopis diperbesar, dua mata melihat secara bersamaan
4. Dengan adanya prisma arah cahaya telah dibalikkan sehingg terlihat bayangan akhir bersifat maya, diperbesar dan tegak

amera adalah alat perekam gambar. Arti dari kamera sebenarnya adalah kamar, maksudnya: kamar gelap, diambil dari bahasa Italia ”camera obscura” yang artinya kamar gelap (dark chamber). Dan memang ruang dalam kamera itu sangat gelap. Sejarah penciptaan kamera sangat panjang dan melibatkan banyak penemuan dan penemu perintis.

http://i302.photobucket.com/albums/nn109/PUPUTNANDA/Camera3.jpg

Komponen utama kamera adalah:
  1. Photographic lens
  2. Lens holder
  3. Diaphragm
  4. Focal plane shutters
  5. Photographic film
  6. Strap hole
  7. Shutter release
  8. Film Speed scale
  9. Expose counter
  10. Viewfinder
  11. Flash socket
  12. Focus ring

Pada awalnya kamera tidak menggunakan klise (negatif). Artinya citra gambar langsung direkam pada sebuah lempengan. Umumnya lempengan yang digunakan adalah kaca yang sudah dilapisi campuran yang sensitif terhadap cahaya. Campuran pertama yang digunakan adalah kapur dan perak. Tentu saja hasilnya sangat jauh berbeda dengan hasil pemotretan masa kini. Kodak kemudian berhasil menciptakan teknik pemotretan langsung diatas kertas walau masih belum menggunakan klise.

Kini teknik kamera konvensional (juga biasa disebut kamera analog, membedakan dari kamera digital) menggunakan film yang dibuat dari lembar plastik (selulosa) yang dilapisi emulsi garam perak halida yang sangat peka terhadap cahaya. Dan disimpan dalam tabung kedap cahaya.

Cara kerja:

Sewaktu tombol ditekan maka diafragma akan terbuka seketika. Pantulan cahaya dari benda yang ada di depan kamera masuk lewat celah diafragma itu dan menembus hingga lempengan film yang sangat peka cahaya.
Diafragma menutup secara otomatis dan tiba-tiba. Cahaya yang masuk membakar lempengan film. Cahaya terang akan membuat lapisan film terbakar (gosong) sedang cahaya gelap pada dasarnya tidak membakar lapisan. Proses selanjutnya ”CUCI” lembaran film terhadap sisa pembakaran. Hasil dari proses ini adalah : klise / negatif. Pada proses ini "arang sisa pembakaran" terbuang sehingga lapisan film menjadi putih / transparan. Sedang yang tidak terbakar tetap hitam.
Selanjutnya adalah mentransfer film (negatif) ke atas kertas foto (positif) atau "CETAK". Istilah proses ini macam-macam: Calotype/Ambrotyp/Tintype/ Ferrotyping dsb. Proses ini harus dilakukan di ruang gelap, karena adanya cahaya akan mempengaruhi proses trasfer tersebut. Kertas yang digunakan adalah kertas foto khusus yang dilapisi senyawa ferro.
Beda foto hitam putih dan foto berwarna adalah terletak pada film-nya. Film untuk foto hitam putih hanya terdiri satu lapis senyawa garam perak halida. Sedang film berwarna terdiri minimal 3 lapis. Dimana masing-masing lapis terdiri dari campuran (komposisi kimia) yang berbeda.


 maaf ya kalo udah pernah baca

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar